Aku mengenal dia lebih awal,
Aku hidup di dalam hidupnya terdahulu,
Dia...
Mengenal aku keseluruhannya,
Dia...
Menerima aku apa adanya,
Kadang,
Bebel dia, aku rimas...
Kadang,
Teguran dia, aku panas...
Kadang,
Bising dia, aku lemas...
Sadarku,
Dimana pun aku,
Dia selalu ada,
Sadarku,
Siapapun aku,
Dia selalu terima,
Bersama aku, dia tidak pernah malu.
Mengenali aku, dia selalu mengaku,
Dia, Ibuku.
Dia, Ratuku.
Dia, Hidup dan Matiku.
Berkali aku terluka,
Dia bisa tertawa,
Katanya Hanya satu "Padan Muka"
5 tahun dulu,
Aku nampak sedu di wajahnya,
Pertama kali aku merasa luka itu terlalu dalam,
Dan Untuk kali ini,
Aku mengugurkan airmataku dibahunya,
Katanya "Angah...Sampai bila?"
Dan,
Aku lihat ada titisan jernih dimata dia,
Perbezaan aku? Bukan mudah bagi dia,
Kelakuan aku? Selalu menyesakkan dada,
Keletah aku? Dia ketawa,
Kelukaan dia,
Kerna aku bukan?
*Untuk jadi seperti aku, tidak pernah aku pinta*

No comments:
Post a Comment